Thursday, June 27, 2013

Hardware Komputer (part 3)


3. PERALATAN OUTPUT
Output yang dihasilkan dari pengolahan data dapat digolongkan ke dalam 4 macam bentuk, yaitu sebagai berikut ini.
  1. Tulisan, terdiri dari huruf, kata, angka, karakter khusus dan simbol-simbol lain.
  2. Image, di dalam suatu bentuk grafik atau gambar.
  3. Suara, dalam bentuk musik atau omongan.
  4. Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form), dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti oleh komputer.
Tiga golongan pertama adalah output yang dapat dipergunakan langsung oleh manusia, sedang golongan yang keempat biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya atau sebagai input untuk komputer yang lain.

Untuk mendapatkan bentuk-bentuk output tersebut, maka dibutuhkan alat untuk menampilkannya, yaitu peralatan output atau output device atau output unit. Peralatan output dapat berbentuk sebagai berikut ini :
  1. Hard copy device, berupa alat yang digunakan untuk mencetak tulisan (kata, angka, karakter khusus dan simbol-simbol lain) serta image (grafik atau gambar) pada media hard(keras) seperti misalnya kertas atau film.
  2. Soft copy device, berupa alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan (kata, angka, karakter khusus dan simbol-simbol lain), image (grafik atau gambar) pada media soft (lunak) yang berupa sinyal elektronik.
  3. Drive device atau driver, berupa alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form) pada media seperti misalnya disk magnetik atau pita magnetik. Alat penggerak ini berfungsi ganda, sebagai peralatan output juga sebagai peralatan input.
Output berbentuk hard copy sifatnya adalah permanen dan lebih portable (dapat dilepas dari peralatan outputnya dan dapat dibawa ke mana-mana). Peralatan output hard copy device yang umum dipergunakan adalah printer yang digolongkan kedalam dua kategori impact printer dan nonimpact printer. Peralatan output hard copy device yang lain adalah plotter dan computer output to microfilm. Sedang soft copy device dapat berupa video display, flat panel dan speaker. Drive device yang mempergunakan media disk magnetik adalah disk drive, yang menggunakan media pita magnetik adalah tape drive.

3.1 Hard Copy Device
Yang termasuk hard copy device adalah printer, plotter dan computer output to microfilm.

3.1.1 Printer
Printer merupakan alat pencetak dengan media kertas. Kertas yang di­pergunakan umumnya adalah kertas menerus (continous form). Beberapa printer dapat juga menggunakan kertas biasa. Printer dapat digolongkan kedalam be­berapa macam golongan. Dipandang dari alat-alat mekanik yang dipergunakan, printer dapat digolongkan kedalam impact printer dan nonimpact printer.

3.1.1.1 Impact Printer
Dari namanya, impact printer menggunakan pengetuk (hammer) untuk mencetak bentuk yang diinginkan. Impact printer menggunakan pita karbon yang ditekan, membentuk langsung suatu bentuk yang utuh atau sebagian-sebagian di kertas. Printer jenis ini mempunyai beberapa tipe, yaitu dot matrix printer dan full-character printer (pencetak karakter penuh). Yang termasuk full-character printer adalah daisy wheel printer, thimble printer, chain printer, band printer dan drum printer.

Dot Matrix Printer
Macam yang paling banyak digunakan untuk printer jenis impact printer adalah dot matrix printer. Dot matrix printer (pencetak matrik titik) mengguna­kan kepala cetak berisi sekumpulan jarum besi. Bentuk berupa image atau karakter dibentuk dengan kombinasi jarum-jarum membentuk pola yang akan dicetak. Pola dari jarum diketukkan ke karbon dan akan membentuk pola yang dikehendaki di kertas dalam bentuk matrik 7 baris 5 kolom atau 9 baris 7 kolom atau 9 baris 9 kolom.
Angka 4 dalam matrik 7 x 5
Angka 4 dalam matrik 7 x 5
Contoh gambar di atas, angka 4 dibentuk dari titik-titik yang membentuk matrik 7 baris 5 kolom
Kebaikan dari printer jenis ini adalah harganya yang murah dan dapat mencetak image.  Karena karakter atau image dihasilkan dari pola yang dibentuk dari ti­tik-titik, maka dengan printer jenis ini dapat dicetak bermacam-macam bentuk yang dikehendaki, seperti misalnya grafik ataupun gambar. Dengan menambah­kan karbon yang mempunyai beberapa warna, maka dapat dicetak grafik ataupun gambar di dalam beberapa warna.
Kelemahan dot matrix printer adalah kualitas karakter kurang baik, karena dibentuk dari titik-titik. Akan tetapi sekarang telah ada beberapa dot matrix printer yang dapat mencetak kualitas karakter yang cukup baik atau terkenal dengan sebutan NLQ (New Letter Quality) bahkan letter quality.

3.1.1.2 Nonimpact Printer
Kalau impact printer bekerjanya dengan mengetuk bentuk dari karakter ke kertas, maka nonimpact printer bekerjanya dengan cara menyemprot kertas dengan tinta. Kelemahan dari noimpact printer adalah tidak dapat membuat sekaligus beberapa rangkap hasil cetakan.

Inkjet Printer
Inkjet printer membentuk karakter atau grafik dengan suatu kepala cetak yang mempunyai pipa penyemprot kecil (nozzle) yang menyemprotkan tinta ke kertas. Supaya didapatkan hasil yang tepat dan benar, tinta yang disemprotkan akan diarahkan ke bidang sasaran oleh satu atau lebih electronic deflector yang mengatur posisi horisontal dan vertikal dari tinta yang disemprotkan. Pengaliran tinta akan dilakukan secara kontinu dan bila tidak dibutuhkan untuk suatu bentuk tertentu, maka akan dialirkan kembali ke kepala cetak. Inkjet printer akan mem­berikan kualitas pencetakan yang baik, karena karakter dibentuk dari puluhan titik-titik tinta yang kecil. Beberapa inkjet printer mempunyai kemampuan untuk mencetak image dengan beberapa warna yang menggunakan beberapa nozzle yang terpisah.
Komponen dari inkjet printer
Komponen dari inkjet printer
Laser Printer
Laser printer merupakan teknologi gabungan antara teknologi xerographic yang ditemukan di foto copy dengan teknologi laser. Dengan sistem ini, output digital dari komputer akan dirubah menjadi pulsa sinar laser dan di­tembakkan ke suatu drum yang peka terhadap sinar laser. Bayangan yang ditangkap di drum akan dikirim ke kertas dengan proses seperti mesin foto copy. Laser printer membentuk karakter dalam bentuk titik-titik yang sangat kecil dan rapat, sehingga menghasilkan kualitas karakter yang baik.

3.1.2 Plotter
Alat cetak yang mempunyai kemampuan mencetak grafik atau gambar dengan baik adalah plotter. Kebanyakan plotter menggunakan pena (pen plotter) untuk membentuk gambar yang dicetak, tetapi ada juga plotter yang mengguna­kan cara inkjet. Pen plotter ada yang menggunakan drum (drum plotter) dan ada juga yang menggunakan meja datar untuk landasan kertasnya (flat-bed plotter) atau meja gulung (roller-bed plotter).

Bila drum digunakan, kertas diletakkan di atas drum tersebut yang kertas akan turut berputar naik dan turun sesuai dengan gambar yang dihasilkan. Bila digunakan meja datar, kertas yang diletakkan di atas meja tersebut tidak bergerak, tetap di tempatnya. sedang yang bergerak adalah suatu tangan yang memegang pena yang mampu bergerak ke semua arah. Bila digunakan meja gulung, maka kertas yang diletakkan di atas meja tersebut dapat bergerak maju dan mundur.
Plotter yang menggunakan roller-bed
Plotter yang menggunakan roller-bed

3.1.3 Computer Output To Microfilm
Untuk mengurangi jumlah dari kertas yang dihasilkan dari output komputer, telah dikembangkan beberapa alat, diantaranya adalah computer output to microfilm (COM) atau disebut juga dengan micrographics.

Hasil output yang dihasilkan oleh komputer dengan menggunakan COM akan diletakkan pada suatu media microfilm. Dibandingkan dengan output dalam me­dia kertas, output dalam media microfilm akan mengurangi luas tempat peng­arsipannya. Tempat arsip akan dapat dikurangi lebih dari 90% dibandingkan bila dilakukan pengarsipan kertas.  Disamping itu, kecepatan dari COM lebih cepat dibandingkan dengan page printer.

Suatu microfilm berukuran 10 x 15 cm yang disebut dengan microfiche dapat menyimpan output sebanyak 98 - 1000 halaman output bila dicetak di kertas.
Microfiche yang berisi 60 halaman
Microfiche yang berisi 60 halaman
Hasil yang terekam di microfilm dapat juga nantinya dicetak di kertas atau ditampilkan di layar khusus, yaitu microfilm viewing stations. Kesulitan dari output yang ditampilkan di microfilm adalah sewaktu mencari kembali suatu microfiche di gulungan microfilm.Tetapi sekarang dengan memakai sistem Computer Assisted Retrieval (CAR), pencarian suatu microfiche tertentu dapat dilakukan oleh komputer dengan cepat dan akan ditampilkan di layar bila ketemu.

Alat lain yang berhubungan dengan COM adalah CIM (Computer Input Microfilm), yang digunakan untuk membaca kembali informasi yang tersimpan di microfilm ke komputer untuk pemrosesan selanjutnya.

3.2 Soft Copy Device
Yang termasuk soft copy device adalah video display, flat panel display dan speaker.

3.2.1 Video Display
Video display merupakan layar yang berupa tabung sinar katoda atau Cathode Ray Tube (CRT). Biasanya video display dilengkapi dengan keyboard, sehingga berfungsi ganda, yaitu sebagai peralatan input dan sebagai peralatan output yang disebut dengan terminal dan terkenal dengan nama CRT terminal atau VDT (Visual Display Terminal).

Video display disebut juga dengan sebutan VDU (Visual Display Unit). Kalau anda menggunakan komputer mikro, maka video display yang dipakai biasanya disebut dengan monitor, karena video display ini dapat juga digunakan untuk video monitor.

Tampilan di video display dilakukan dengan menyinarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar diperkuat untuk membuat tampilan titik lebih terang dan diperlemah untuk membuat tampilan titik lebih gelap. Masing-masing titik di video display disebut dengan picture element atau singkatannya picel (lebih di­kenal dengan sebutan pixel). Pixel ini sama dengan titik yang dibentuk oleh dot matrix printer sewaktu mencetak hasil di kertas yang dibentuk dari beberapa titik.

Video display dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan. Dipandang dari bentuk yang ditampilkan dapat digolongkan ke dalam alphanumeric display dan graphic display.  Dipandang dari warna yang dapat ditampilkan, digolongkan ke dalam monochrome display dan color display.

Alphanumeric Display
Alphanumeric display digunakan hanya untuk menampilkan teks karakter (huruf, angka dan karakter khusus). Layar dari display ini dibagi dalam beberapa baris dan kolom.  Layar CRT yang banyak digunakan adalah berbentuk 25 baris dan 80 kolom (misalnya komputer IBM PC). Beberapa komputer ada yang menggunakan layar CRT yang dibagi dalam 25 baris dan 40 kolom (misalnya komputer Apple II) dan ada juga yang dibagi dalam 16 baris dan 60 kolom (misalnya komputer Radio Shack). Tiap-tiap sel dari baris dan kolom terdiri dari beberapa pixel yang membentuk matrik untuk masing-masing posisi karakter. Jumlah dari pixel untuk membentuk suatu karakter tertentu untuk tiap-tiap sel, dapat terdiri dari matrik 6x8, 8x8, 8x10 dan lain sebagainya.
Karakter matriks 7x7 dalam suatu sel 8x8
Karakter matriks 7x7 dalam suatu sel 8x8
Pola dari karakter yang akan ditampilkan di layar diletakkan pada suatu daerah tertentu (daerah ini dikenal dengan istilah character map) di ROM (Read Only Me­mory). ROM berupa chip yang digunakan untuk menyimpan pola dari karakter disebut dengan character generators. Misalnya karakter "A" akan ditampilkan di layar, CPU akan mengirimkan kode untuk karakter tersebut ke ROM di character map dan pola dari karakter akan dikirim ke lokasi sel tertentu di layar.

Graphic Display
Graphic display dapat menampilkan grafik maupun gambar. Grafik ba­nyak dipergunakan baik pada aplikasi teknik maupun pada aplikasi bisnis. Gambar banyak ditemukan pada bidang aplikasi teknik sipil, arsitek, mesin dan lain-lainnya. Karena penggunaan grafik dan gambar semakin dibutuhkan pada komputer, sekarang ini hampir semua komputer melengkapi layar terminalnya dengan graphic display.

Graphic display disamping mempunyai kemampuan menampilkan grafik atau gambar, juga berfungsi sebagai alphanumeric display yang juga dapat menam­pilkan teks karakter.

Graphic display dapat menampilkan grafik atau gambar dengan beberapa ma­cam resolusi.  Misalnya untuk komputer IBM PC dapat dalam bentuk resolusi menengah (medium resolution) dan resolusi tinggi (high resolution). Untuk re­solusi menengah, jumlah titik-titik (pixel) di layar adalah baris mendatar terdiri dari sebanyak 640 titik dan kolom vertikal terdiri dari sebanyak 480 titik. Jadi itu resolusi 640x480. Untuk resolusi tinggi, jumlah titik-titik (pixel) di layar adalah 800x600 atau 1024x768.

Monochrome Display
Monochrome display menggunakan layar dengan warna tunggal, biasanya berwarna hijau phospor atau ada berwarna abu-abu. Kelebihan monochrome display dibandingkan dengan color display adalah harganya. Sedang kekurangannya adalah tidak berwarna-warna (hanya berwarna tunggal).

Color Display
Color display menggunakan tiga sinar elektron yang terpisah yaitu berwarna merah, hijau dan biru (RGB : Red, Green, Blue) yang dapat dikombinasikan untuk membentuk warna yang diinginkan di layar. Color display lebih mahal dibandingkan dengan monochrome display, karena dibutuhkan sirkuit dan komponen tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan warna. Umumnya sekarang, color display dapat menampilkan hasil dalam bentuk grafik dan gambar yang berwarna-warna, sehingga color display juga merupakan graphic display

Computer Display Projector
Layar dari video display ukurannya terbatas dan tidak jelas terlihat tampilannya dari jarak jauh. Untuk keperluan-keperluan tertentu, seperti misalnya untuk rapat, sidang, seminar, training, pendidikan dan lain sebagainya, sebagai tambahan dapat dipergunakan computer display projector atau disebut juga dengan computer data projector untuk memproyeksikan tampilan di video display ke layar ukuran besar.

3.2.2    Flat Panel Display
Flat panel display merupakan display yang menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) dan layarnya berbentuk pipih. Dibandingkan dengan video display, LCD menggunakan lebih sedikit energi dan karena bentuk layarnya pipih, maka komputer portabel biasanya menggunakan flat panel display. Kelemahan dari penggunaan LCD adalah tampilannya yang kurang jelas, apabila kalau dilihat dari sudut yang miring, karena LCD tidak mengeluarkan sinar, tidak seperti halnya CRT.

Flat panel display selain menggunakan LCD, juga ada yang menggunakan gas, yaitu campuran dari gas neon dan argon yang diisikan diantara lempengan kaca pipih yang membentuk layar. Flat panel display yang menggunakan gas tersebut disebut dengan plasma display.

Teknologi flat panel display lainnya mempunyai kemampuan mendekati CRT adalah electroluminescent (EL) display, yang lebih jelas tampilannya dan mempunyai resolusi lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi flat panel display lainnya.


3.2.3 Speaker
Komputer mempunyai pengeras suara dasar dan kalau kartu suara ditambah, speaker  juga harus ditambah lagi. Pengeras suara dasar ini terletak tersembunyi dan biasanya berada di bagian belakang atau depan kotak komputer. Pengeras suara dasar merupakan peralatan output yang cukup penting, terutama sebagai sarana untuk memberikan sinyal-sinyal dalam bentuk bunyi-bunyian. Sinyal ini dalam banyak hal sangat diperlukan yaitu untuk mengetahui kelancaran pekerjaan yang sedang dilakukan oleh komputer. Bunyi tertentu sering terdengar apabila terjadi "overload" dalam proses atau adanya "kerusakan" dari salah satu kamponen komputer.
Speaker dengan Sound Card diguankan untuk menampilkan suara-suara, seperti bunyi alarm, bel, musik, suara manusia dan sebagainya yang dapat diatur lewat program. Output suara banyak dijumpai pada program-program permainan (game) dan program-program aplikasi lainnya supaya lebih menarik.

3.3 DRIVE DEVICE
Drive device adalah alat penggerak untuk membaca (sebagai peralatan input) atau untuk merekam (sebagai peralatan output) data dari atau ke media simpanan luar. Oleh karena itu drive device biasanya berfungsi ganda sebagai peralatan input dan sebagai peralatan output.

Hasil yang direkamkan melalui drive device ke media simpanan luar sifatnya adalah machine readable form (bentuk yang hanya dapat dibaca oleh komputer). Sehingga bila diinginkan hasil yang dapat dibaca dan dimengerti oleh manusia, maka hasil yang tersimpan di media machine readable form harus diolah lebih lanjut dan ditampilkan di peralatan output yang dapat dibaca oleh manusia baik dalam bentuk hasil hard copy maupun soft copy.

Bila menggunakan media simpanan luar magnetic disk (cakram magnetik), alat penggeraknya adalah disk drive (penggerak cakram) sedang bila media simpanan luar yang digunakan adalah magnetik tape (pita magnetik), alat penggeraknya adalah tape drive (penggerak pita).

3.3.1 DISK DRIVE
Disk drive (penggerak cakram) atau disebut juga sebagai magnetic disk unit (satuan cakram magnetik) sebagai penggerak media disk yang mempunyai beberapa macam ukuran, yaitu hard disk drive berukuran 14 inch dan 8 inch untuk media simpanan luar hard disk (cakram keras) serta disk drive berukuran 8 inch, 5.25 inch dan 3.5 inch media simpanan mini disk (cakram mini) dan micro disk (cakram mikro).

Didalam disk drive terdapat suatu access arm (lengan penjangkau) yang mem­punyai read/write head (head pembaca/penulis) untuk membaca atau merekam data ke media disk.
Read/Write head yang terletak di access arm pada floppy disk drive dan hard disk drive
Read/Write head yang terletak di access arm pada floppy disk drive dan hard disk drive

3.3.2 TAPE DRIVE
Tape drive (penggerak pita) atau disebut juga sebagai magnetic tape unit (satuan pita magnetik) sebagai penggerak media tape mempunyai read/write head yang dapat membaca atau merekamkan data ke atau dari pita magnetik. Karena tape drive membaca data secara elektronik dengan cara merasakan daerah yang dimagnetisasi dan merekamkan data secara elektronik yaitu juga dengan cara memagnetisasi daerah tertentu, maka magnetic tape dapat diolah oleh alat ini dengan kecepatan yang tinggi. Data dapat dibaca atau direkamkan dengan kecepatan 100.000 sampai dengan 300.000 karakter per detik.

Penjelasan Tambahan Tentang Simpanan Luar
Main memory di dalam peralatan proses merupakan simpanan yang kapasitasnya tidak begitu besar dan umumnya bersifat volatile (misalnya semiconductor storage). Kadang-kadang diperlukan suatu simpanan yang mempunyai kapasitas besar dan bersifat non-volatile untuk menyimpan data dan program dalam kurun waktu yang tertentu. Simpanan yang mempunyai ciri-ciri tersebut adalah external storage (simpanan luar, karena terletak diluar alat prosesnya), atau disebut mass storage (simpanan yang besar, karena kapasitasnya umumnya lebih besar dari main memory), atau disebut secondary storage (simpanan kedua, simpanan pertama adalah main memory), atau disebut auxiliary storage (simpanan tambahan, simpanan utama adalah main memory), atau disebut permanent storage (simpanan tetap, karena non-volatile), atau disebut juga backing storage (simpanan pendukung) atau disebut juga computer data bank (bank data komputer).

Pada masa yang lalu data komputer disimpan di punched card (kartu plong), paper tape (pita kertas) atau di magnetic tape (pita magnetik). Simpanan tersebut ukurannya relatip sangat besar, tetapi kapasitasnya kecil dan access (pemasupan atau kata lainnya perekaman atau pengambilan) data biasanya lambat dan kurang efisien. Tetapi situasi tersebut secara dramatis telah berubah, karena semakin dikembangkannya simpanan luar dengan density (kepadatan) yang lebih tinggi, sehingga ukurannya lebih kecil dengan kapasitas yang lebih besar. Pada sekitar tahun 1950 magnetic tape dikembangkan dan disempurnakan sehingga mampu menyimpan informasi dalam jumlah yang lebih besar. Pada sekitar tahun 1960 magnetic disk dikembangkan dengan kapasitas yang besar pula dan pada sekitar tahun 1970 lebih dikembangkan dengan kepadatan yang lebih tinggi (sebuah magnetic disk sekarang dapat menyimpan informasi milyar karakter banyaknya). Sekitar tahun 1980 telah dikembangkan optical disk dengan density yang lebih padat.

Simpanan luar dapat digolongkan ke dalam direct-access storage device (DASD) atau alat simpanan pemasupan langsung dan sequential-access strorage device (SASD) atau alat simpanan pemasupan urut. Data yang disimpan di direct-access storage device dapat dilakukan pemasupan secara langsung oleh CPU di posisinya. Dibandingkan dengan main memory, kapasitas DASD umumnya lebih besar dan harga per bit informasi yang dapat direkam lebih murah, tetapi kecepatannya lebih lambat. Data yang disimpan di sequential-access storage device tidak dapat dilakukan pemasupan secara langsung oleh CPU di posisinya. Kapasitas SASD lebih besar lagi dan harga per bit informasi yang dapat direkam lebih murah lagi, tetapi kecepatannya juga lebih lambat.
Perbandingan main memory, DASD dan SASD
Perbandingan main memory, DASD dan SASD
Untuk lebih jelasnya tentang DASD dan SASD, misalnya anda akan mendengarkan lagu yang urutannya ada di posisi kelima di suatu cassette, maka anda harus memutar cassette tersebut secara urut sampai di posisi lagu yang diinginkan. Simpanan luar yang pemasupannya bekerja secara inilah yang disebut SASD. Sekarang misalnya anda menggunakan piringan hitam, maka anda tinggal mengangkat lengan yang berisi head dari alat piringan hitam langsung ke posisi lagu yang diinginkan. Simpanan luar yang bekerja seprti ini adalah DASD.
Diagram berikut menunjukkan bermacam-macam simpanan luar yang termasuk dalam golongan DASD maupun yang SASD.
Diagram simpanan luar
Diagram simpanan luar

No comments:

Post a Comment