Sunday, June 09, 2013

Tips Belajar Linux Secara Otodidak


Study linux 1
Posting kali ini, hanya sekedar berbagi tips pengalaman saya yang sedikit ini di dunia Linux. Semoga ini bisa menjadi penyemangat anda dalam mencapai suatu tujuan. Bukan hanya tujuan dalam belajar Linux, tetapi untuk tujuan hidup anda.

Tujuan Belajar Linux
Banyak yang masih ragu dengan Linux. Pastinya anda sering mendengar pertanyaan-pertanyaan klasik (kalau tidak dibilang bodoh), seperti ini. Untuk apa belajar Linux? Apa manfaatnya ? Bukankah sudah ada Windows ? kan sama saja? Untuk apalagi ? malah lebih enak menggunakan Windows, bisa bermain game ? Untuk apa repot-repot belajar Linux ?
Jadi apa tujuannya ? Belajar Linux, masing-masing punya tujuan sendiri.
  1. Ada yang bertujuan hanya sekedar ikut-ikut saja. Ini type orang yang pengikut, diajak kemana saja mau aja, tidak tetap pendirian :)
  2. Ada yang bertujuan untuk menggaet si “dia”. Bisa jadi, supaya ada topik pembicaraan tentang Linux ketika ngedate, karena si dia ternyata senang sama Linux.
  3. Menyelesaikan tugas sekolah. Di sekolah sudah mulai diajarkan tentang komputer. Mulai dari tingkat SMP, bahkan mulai dari SD. Kalo di jaman saya, belum ada, bahkan sampai SMA, tidak ada. Dulu komputer masih dianggap barang langka. Beruntunglah anda.
  4. Penyelesaian Tugas Akhir. Nah kalo yang ini contohnya saya sendiri. Punya tujuan awal hanya untuk menyelesaikan tugas akhir. Bagi mahasiswa yang bingung  mencari judul tugas akhir, belajarlah Linux, karena di Linux, banyak sekali topic di Linux yang bisa diangkat, untuk dijadikan tugas akhir.
  5. Bisa menjadi seorang cracker (hacker yang jahat). Tidak hanya di dunia nyata, di dunia mayapun tentu saja ada yang jahat. Biasalah itu… orang yang ingin menunjukkan jati diri... Jika berhasil tentu akan sangat senang. Kalau saya sudah ndak ada kepikiran untuk ngerusak, malah berpikir untuk memperbaiki. (walaupun kadang-kadang timbul juga ingin ngerusak, jadi begitulah, yang terjadi, terjadilah…)  Akan sangat senang sekali ngeliat network yang kita buat, tidak bisa ditembus. Lihat di file log, orang-orang yang coba scanning dan coba masuk, dan tidak berhasil. Itu juga perasaan luar biasa senang.
  6. Mau migrasi ke Linux ke depannya, karena tidak mau lagi menggunakan Windows dan aplikasi-aplikasi lainnya yang mahal. Dan sudah kapok dengan virus.
  7. Untuk masa depan. Dengan menjadi seorang Programmer atau System Administrator (Sysadmin) merupakan bekal yang bagus di masa depan. Karena Programmer dan Sysadmin masih banyak dibutuhkan perusahaan.  
  8. …….. silahkan ditambahkan sendiri,
Semua punya tujuannya masing-masing. Itu tidak salah. Semuanya benar. Jadi apa kesimpulan dari berbagai macam tujuan di atas? Bagi anda yang menyenangi dunia IT dan ingin sukses di masa depan, belajarlah Linux. Namun bagi anda yang ingin menikmati game, dan hanya mau bersenang-senang, dan masa bodoh dengan masa depan, silahkan gunakan Windows untuk bermain game sepuasnya.

Dalam Linux, ketika anda sudah mulai belajar Linux, cenderung nantinya anda akan fokus apakah anda akan menjadi seorang Programmer ataukah System Administrator (Sysadmin) yang handal.  Namun tentu masih banyak yang belum tau potensi diri, nanti fokusnya akan kemana. Pelan – pelan saja… ( seperti lagunya Kotak ). Ikutlah arus. Nantinya anda akan merasakan dan mengetahui sendiri, potensi yang ada pada anda. Kadang dari teman atau cerita orang yang sukses, bisa menjadi inspirasi anda ke depan.
Study linux 2

Berikut tips dari saya, berdasarkan pengalaman saya belajar Linux secara otodidak. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui.

1. Pasang Niat, Semangat dan Tujuan
Benar, ini ndak main-main. Niat itu yang penting. Siapkan niat yang kuat, semangat yang kuat. Tetapkan tujuan. Entah itu tujuan sementara atau yang di masa depan. Karena dengan adanya tujuan, semangat akan tetap ada. ( golden way…). Banyak lho, yang tidak punya niat atau semangatnya  yang kurang, akhirnya berhenti di tengah jalan. Makanya saya tekankan, tahap pertama  adalah niat, semangat dan tujuan.

Tips.
Pastikan niat anda kuat. Ingatlah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Sudah banyak yang berhasil. Hanya butuh beberapa minggu/bulan saja. Singkat itu. Apalagi anda yang sudah punya komputer sendiri. Sudah bisa mengoperasikan windows, sudah biasa mainkan gadget, dengan operating system android atau IOS (aplle). Mudah bin gampang itu. Kuatkan tekad anda. Bilang pada diri anda sendiri bahwa anda mampu. Lihatlah orang lain, mereka bisa, tentu saja anda juga bisa.

2. Pemilihan distro Linux yang akan digunakan
Ada banyak Linux, dan Unix. Yang mana yang harus digunakan ? Jangan bingung. Jangan karena bingung memilih, akhirnya ndak jadi. Kuatkan lagi niat dan semangat anda. Linux / unix,  sama saja sebenarnya. Hanya beda tampilan dan perintahnya sedikit berbeda. Anggap saja itu sebagai versi dari windows, ada XP, 7, 98.

Tips.
Pilih dan coba dulu satu yang lagi ngetrend, dan banyak digunakan di lingkungan anda atau teman anda.  Agar nanti jika anda kesulitan, anda bisa bertanya ke teman anda. Perlu diperhatikan juga tampilan desktopnya yang friendly, bila perlu cari tampilan yang mirip dengan Windows. Agar anda dengan mudah mempelajarinya. Misalnya Ubuntu, Centos, Linux Mint, dan OpenSuse

3. Pelajari Linux Desktop
Dari mana kita mulai ? Belajar apa ? Menurut saya, belajarlah dengan mulai menyenangi Linux. Mulailah dengan menginstall dan mempelajari Linux Desktop ( Istilah kerennya Linux yang berbasiskan GUI = Grafik User Interface).  Explore semua aplikasi  yang ada pada Linux desktop.  Kini tampilan dari Linux (istilah kerennya, DE = Desktop Environment), sudah mirip dengan Windows. Dan aplikasi-aplikasinya yang banyak tersedia, tidak kalah bagusnya untuk menggantikan aplikasi-aplikasi yang ada di Windows. Misalnya aplikasi Libre Office bisa menggantikan Microsoft office pada Windows. Kemudian aplikasi Totem dan VLC, pengganti Windows Media Player, dan sebagainya. Awalnya mungkin agak asing. Namun kelamaan pasti mudah, dan memang mudah, sama seperti Windows saja. Jadikan ini sebagai pengalaman baru. Senangi dan cintailah Linux.

Tips.
Siapkan komputer anda, untuk menginstall Linux. Anda tidak perlu takut lagi kehilangan data anda. Sekarang sudah ada VMware atau VirtualBox. Anda bisa menginstall Linux sesukanya, dan mencari yang cocok, kemudian mempelajarinya dalam virtual machine. Jangan malu menggunakan vmware. Bahkan seorang yang ekspert pun menggunakan virtual machine untuk mencoba hal-hal yang baru.
Alangkah baiknya lagi, jika anda menggunakan hardisk yang kosong, untuk mencoba penginstallan Linux baru. Kemudian mencoba yang live cd. Maksudnya adalah untuk menambah wawasan anda, dan tau bahwa banyak  cara untuk menginstall Linux.
Eksplore  semua aplikasi yang ada di Linux desktop.  Jangan takut untuk mengklik, pokoknya klik saja apa yang bisa diklik. Bagi anda yang masih takut untuk klak klik, Siapkan panduan, tutorial yang ada banyak beredar diinternet. Bila perlu beli bukunya. Jangan hanya membaca, tapi tidak diterapkan. Anda harus langsung mencobanya / mempraktekkannya. Ingat Jika anda membaca, banyak menemukan kata-kata baru, seperti misalnya IP address, telan saja mentah-mentah dulu. Yang penting klik saja dan cobalah  apa yang ada.
Pada tahap ini, membutuhkan waktu. Jangan coba beralih ke tahap berikutnya, nanti ada semakin pusing. Apalagi anda yang mengidap penyakit kronis, cinta buta dengan Windows. Jika anda sudah puas bersenang-senang dengan Linux, silahkan beralih ke tahap berikutnya.

4. Pelajari Linux dalam Text Mode.
Banyak orang yang sudah melewati tahap ke-3, dengan menginstall dan mempelajari Linux desktop, kemudian selesai. Dan menganggap diri sudah bisa Linux. Catat… Belum selesai Om!!!
Selanjutnya adalah belajar Linux dalam Text Mode (istilah kerennya, CLI = Command Line Interface).  Pelajari dasar-dasar command Linux, yang sederhana. Misalnya mulai dengan membuat membuat file. Mengisi / memasukkan kata-kata di file. Memindahkan file. Melihat isi file. Pelajari juga tentang struktur file di dalam Linux, permission file. Dan dasar-dasar command lainnya. Biasanya ini akan membutuhkan banyak waktu dan terasa membosankan.
Mungkin ada yang nanya, kenapa kita mesti pelajari Linux dalam Text Mode. Untuk apa lagi mengetik perintah-perintah yang ribet itu ? Bukankah sudah ada Graphic User Interface (GUI), dan aplikasi-aplikasi lainnya?? tinggal klik saja, running kok ?
Ini manfaatnya belajar Linux dalam Text Mode (Command Line Interface).
  • Grafik User Interface (GUI) memang bagus, namun Command Line untuk menjalankan aplikasi atau konfigurasi sangat powerfull. Misalnya, kadang saya menemukan bug. Saat konfigurasi Ethernet pada Ubuntu ( saya lupa versi berapa ), Ethernet tidak bisa up. Jadi kita harus konfigurasi Ethernetnya  dengan mengedit filenya  ( /etc/network/interface).
  • GUI, memerlukan spek komputer yang tinggi. Text Mode, bisa running pada komputer lama, bahkan yang ram 32MB sekalipun.  Jika anda mempunya komputer bekas, itu bisa dimanfaatkan lagi dengan menginstall Linux dalam Text Mode.
  • Sebuah server untuk mendapatkan kinerja yang bagus, program-program lain yang tidak perlu, dibuang saja, atau dimatikan servicenya. Dan server hanya menjalankan service yang diperlukan saja. Untuk itu Text Mode paling cocok untuk mendapatkan kinerja server yang maksimal.
  • Untuk meremote suatu device, entah itu server, komputer, router, ( ataupun er.. er lainnya ), paling bagus dalam Text Mode (Command Line Interface). Memang remote bisa juga dengan menggunakan browser atau aplikasi berbasiskan GUI lainnya, tapi pasti tidak bisa meremote dari komputer yang sudah diremote.  Contohnya, pernahkah anda meremote komputer A, kemudian, dari komputer A masuk ke router B, by remote. Kemudian dari router B masuk ke router C, juga by remote.  Itu tentunya keren sekali kan…?? mau ?? belajarlah Linux dalam Text Mode, dan networking.
Tips
Hafallah command-command sederhana tersebut. Ingat,  tidak semua perintah nanti bisa dihafal. Seorang professional pun akan lupa. Misalnya hanya ingat huruf pertama dari suatu command. Ketik saja huruf pertamanya, jika lupa,  tekan tab 2x. kemudian akan keluar command-command yang dimulai dengan huruf yang diketik awal. Gunakan juga perintah help, man. Banyak  artikel mengenai dasar-dasar command Linux  di internet. Atau beli bukunya. Langsung dicoba ya…!!
Jangan anggap dengan membuat / memindahkan  file, dan command sederhana lainnya adalah pekerjaan yang membosankan. Bawalah itu sebagai suatu hal yang menyenangkan. Anggaplah sebagai suatu tantangan / masalah kecil. Jika anda sudah melihat hasil dari perintah itu, maka masalah itu sudah berhasil diselesaikan, tentu saja anda akan merasa senang. Itulah inti dari mengoprek Linux. Menemukan masalah, kemudian jika anda sudah bisa menyelesaikan, anda akan merasa bahagia luar biasa.
Ingat, ini membutuhkan waktu. Jangan beralih ke tahap berikutnya, jika anda masih belum hafal dan tahu fungsi dari dasar-dasar perintah pada Linux. Ini sangat penting sekali untuk tahap berikutnya.

5. Instal aplikasi di Linux.
Mulailah dengan menginstall aplikasi mulai dari yang sederhana sampai yang compleks. Misalnya menginstall  webserver, menginstall mysql, membuat router dan sebagainya. Dengan dimulainya tahap ini, anda akan mulai mengenal dunia port, dunia IP address, dan banyak istilah-istilah lainnya.  Pelan-pelan pelajari juga teorinya.
Untuk install aplikasi, sumber aplikasinya bisa langsung dari CD/DVD nya. Dan juga ada sumber aplikasinya berasal dari internet. Artikel mengenai cara penginstallan aplikasi ada banyak di Internet. Atau beli saja bukunya. Baca dan langsung dipraktekkan.

Tips
Sampai disini, biasanya anda akan mulai memfokuskan atau cenderung menyukai sesuatu. Saya misalkan, anda yang mulai menyenangi networking, berarti skill atau kemampuan anda pada sysadmin (System Administrator). Dan ini bekal anda di masa depan, yang harus terus ditingkatkan. Namun jangan lupakan beberapa konsep bahasa pemrograman. Pelajarilah beberapa bahasa pemrograman, dan database, misalnya c++ mysql, php. Walaupun tidak mendalam, yang penting tau konsepnya, malah lebih baik lagi kalo anda menguasainya. Kenapa ? karena ini penting juga nantinya kalo anda ingin mengedit suatu aplikasi.
Anda yang mulai menyukai bahasa pemrograman, akan mulai focus untuk mengerjakan / membuat suatu program. Berarti skill/kemampuan anda berada pada bahasa pemrograman, yang merupakan bekal anda, menjadi seorang programmer. Namun jangan lupakan beberapa konsep tentang networking. Karena kadang aplikasi/ program yang anda buat ditempatkan di sebuah server dalam sebuah network agar bisa diakses dari client computer yang  berbeda. Ini memerlukan pengetahuan tentang konsep network yang baik.
Kekuatan dari Linux  terletak pada network. Jadi buatlah network / jaringan sederhana dengan menginstall minimal 2 buah Linux dalam vmware. Lalu hubungkanlah.
Jika anda menemukan suatu masalah, yang agak susah. Cobalah cari jawaban di forum, lewat mbah google. Bertanyalah di forum. Jika punya teman yang pinter, jangan malu bertanya.  Untuk masalah-masalah agak ribet, dan biasanya akan sering akan ditemui, usahakan diarsipkan, agar jika dikemudian hari anda menemukan lagi permasalahan tersebut, tidak perlu lagi cari-cari dan bertanya dengan mbah Google.
Selesaikan satu-satu aplikasi yang ingin anda buat / install. Jangan belum selesai aplikasi satu, lalu mencoba install aplikasi yang lain. Ingatlah kembali ini, inti dalam mengoprek Linux. Menemukan masalah, kemudian menyelesaikannya, itu kesenangan dan kepuasaan yang luar binasah (lebih daripada luar biasa :)). 

Jika anda sudah benar-benar melewati kelima tahapan diatas, berarti anda sudah mulai menguasai Linux. Anda akan merasa berada di dunia yang berbeda. Benar-benar berbeda.
Namun bukan berarti setelah melewati kelima tahap tersebut, anda akan meninggalkan Linux. Yang namanya belajar harus terus sampai akhir hayat. Tetaplah di dunia Linux. Tetaplah belajar dan update terus perkembangan dunia tentang IT, termasuk Linux, karena perkembangan begitu cepat. Seperti yang sering anda dengar, jika sehari saja tidak mengikuti perkembangan dunia, maka anda akan jauh tertinggal.  
Study linux 3


Terakhir, Bagaimana saya tau, kalo saya sudah menguasainya ??
Saya ilustrikan sedikit. Seorang Sysadmin, maka anda akan dengan mudah merencanakan suatu network / jaringan. "Router yang sudah dibuat ditempatkan disini, server-server ada disini, terhubung dengan switch. Lubang-lubang yang ada harus ditutupi, dan mana yang harus dibuka". Walaupun secara fisik, komputer, router dan lainnya tidak ada di hadapannya, namun semua dengan mudah ada terencana dan terangkai sendiri di dalam kepala.
Seorang Programmer, jika otak dan logika programmernya sudah jalan, maka dia akan melihat benda – benda di sekelilingnya adalah suatu objek, kelas, data-data array, dari bahasa programmer, dan dengan mudah untuk memodifikasinya. "If  kondisi begini, menjadi ini, if not, menjadi ini." Malah saya sering bercandain seorang programmer, dia melihat orang / benda disekelilingnya seperti matrix  (tau kan film matrix ??).  hahaha…
Jika anda tidak percaya, coba saja tanyakan kepada yang ahli programmer, atau ahli networking / jaringan. Nah, apakah anda sudah merasakannya ? Merasakan dunia yang berbeda ?? Jika belum, belajarlah Linux….!!!

17 comments:

  1. salam, terima kasih tips nya bro.

    ReplyDelete
  2. inspirasi...yg patut dikejar.... makasi gan!! update terus tentang linux!!!

    ReplyDelete
  3. thanks tipsnya,,sangat membantu saya yg juga belajar linux

    ReplyDelete
  4. weiih......ni blog materinya bener2 ngeri n berat bro....soalnya sambil kerja eh belajar linux juga kapan bisa happy bos.......hahhhahahahahhahah

    ReplyDelete
  5. minta saran mas bro.....gua baru mulai main-main jaringan wifi eh ketemu mikrotik tuk routingnya ....harus dari mana gua mesti belajar ya??????

    ReplyDelete
  6. kalo mau tanya langsung lewat email (gigantictcomputindo@gmail.com) bisa ?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks sudah mampir...
      belajar install mikrotik dan belajar networking... (mulai belajar ping-ping dulu)...
      silahkan bertanya lewat email...

      Delete
  7. bos fedora 21 bisa nyatu gak dengan audacity??
    mana lebih enak di pake ubuntu atau fedora 21 bos??
    plis pencerahan bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo ndak ada di bawaan OS, tinggal dicarikan saja rpmnya di rpmfind.net...
      malah lebih mudah laginya dengan menggunakan command yum install
      kalo saya merasa semua os sama saja... :) dicoba sja satu-satu...

      Delete
  8. mas cara konfigurasi firewall di linux gimana yo mas?

    ReplyDelete
  9. Kalau Sha-Sha udah terlanjur jatuh-hati pada Ubuntu...
    Trusty Tahr 14.04 LTS , desktop-nya keren bingit...Unity gitu lho :D

    ReplyDelete
  10. Tulisan anda luarbiasa..

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  11. Gak sia sia waktu setengah jam gua buat baca artikel ini. terbaik, nginsipari sekali meeeen!

    ReplyDelete